Nasional · Nasional
Fakta atau Hoax? Hacker Klaim Kebocoran Data Direksi Bank Mandiri Beredar, Diduga Berkaitan dengan Penundaan Rekening AMPB
Isu dugaan kebocoran data jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri mencuat setelah seorang pengguna media sosial mengklaim membagikan data pribadi terkait perusahaan. Klaim tersebut beredar di tengah polemik penundaan transaksi rekening Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa data tersebut berasal dari sistem Bank Mandiri.

Foto: Dokumentasi Redaksi Denting.net
JAKARTA, DENTING.NET – Isu keamanan data Bank Mandiri mencuat setelah seorang pengguna media sosial yang mengaku sebagai hacker membagikan tangkapan layar berisi informasi pribadi yang diklaim merupakan data jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri.
Unggahan tersebut beredar di media sosial pada Rabu (26/8/2026), di tengah polemik penundaan transaksi rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat sejumlah informasi yang diklaim sebagai data pribadi, mulai dari nama, tanggal lahir, alamat hingga nomor telepon.
Namun, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi yang memastikan bahwa data tersebut benar berasal dari sistem Bank Mandiri maupun merupakan hasil peretasan terhadap sistem perusahaan.
Bank Mandiri sebelumnya menyatakan telah menerapkan sistem keamanan siber dan kerangka cyber resilience untuk menjaga keamanan data serta layanan digital perusahaan.
Bank Mandiri juga memiliki Security Operation Center (SOC) yang beroperasi selama 24 jam untuk melakukan pemantauan dan mendeteksi potensi ancaman siber.
Bank Mandiri Belum Berikan Tanggapan
Klaim mengenai dugaan kebocoran data jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri tersebut hingga kini belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Bank Mandiri.
Isu tersebut muncul setelah rekening milik Supriyono alias Botok menjadi sorotan menjelang aksi AMPB di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Rekening tersebut dilaporkan menampung dana donasi logistik aksi sekitar Rp80,9 juta. Transaksi pada rekening itu kemudian mengalami penundaan menjelang pelaksanaan demonstrasi.
Bank Mandiri sebelumnya memberikan klarifikasi bahwa penundaan transaksi dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari aparat penegak hukum.
Polda Metro Jaya juga membenarkan adanya permintaan penundaan transaksi terhadap rekening tersebut.
Kepolisian menegaskan bahwa rekening milik Botok tidak diblokir secara keseluruhan. Penundaan transaksi dilakukan selama lima hari.
Dengan belum adanya verifikasi independen maupun pernyataan resmi dari Bank Mandiri terkait tangkapan layar yang beredar, klaim dugaan peretasan data jajaran Direksi dan Komisaris masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarluaskan data pribadi yang beredar untuk mencegah potensi penyalahgunaan informasi dan pelanggaran privasi.
Berita Terkait

BreakingNasional
Polda Metro Amankan 65 Orang Diduga Hendak Tunggangi Demo di Jakarta, Dua Ditahan
13 jam lalu

Nasional
Gempa M6,2 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Ada Kerusakan
13 jam lalu

BreakingNasional
Empat Kelompok Gelar Aksi di Depan DPR RI Hari Ini, Tuntutan Beragam hingga Dukungan MBG
14 jam lalu